PENGETAHUAN BISNIS : CHAPTER 09 - PROSES PERANCANGAN, PROTOTYPE, DAN APLIKASI


 Proses Perancangan, Prototype, dan Aplikasi




A. Pengertian Proses Perancangan

Perancangan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisis, menilai memperbaiki dan menyusun suatu sistem, baik sistem fisik maupun non fisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan informasi yang ada. 

Perancangan suatu alat termasuk dalam metode teknik, dengan demikian langkah-langkah pembuatan perancangan akan mengikuti metode teknik. Merris Asimov menerangkan bahwa perancangan teknik adalah suatu aktivitas dengan maksud tertentu menuju kearah tujuan dari pemenuhan kebutuhan manusia, terutama yang dapat diterima oleh faktor teknologi peradaban kita. 

Dari definisi tersebut terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam perancangan yaitu : 

  1. Aktifitas dengan maksud tertentu, 
  2. Sasaran pada pemenuhan kebutuhan manusia dan 
  3. Berdasarkan pada pertimbangan teknologi.

Proses perancangan yang merupakan tahapan umum teknik perancangan dikenal dengan sebutan NIDA, yang merupakan kepanjangan dari Need, Idea, Decision dan Action. Artinya tahap pertama seorang perancang menetapkan dan mengidentifikasi kebutuhan (need). Sehubungan dengan alat atau produk yang harus dirancang. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan ide-ide (idea) yang akan melahirkan berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan tadi dilakukan suatu penilaian dan penganalisaan terhadap berbagai alternatif yang ada, sehingga perancang akan dapat memutuskan (decision) suatu alternatif yang terbaik. Dan pada akhirnya dilakukan suatu proses pembuatan (Action).


B. Protoype

a. Pengertian Prototype

Prototype merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan system. Prototype dapat diartikan sebagai proses yang digunakan untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam membentuk model dari perangkat lunak yang harus dibuat.

Prototype didefinisikan sebagai alat yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara system berfungsi dalam bentuk lengkapnya, dan proses untuk menghasilkan sebuah prototype disebut prototyping. Prototyping bertujuan menciptakan prototipe secepat mungkin dan memperoleh umpan balik dari pengguna yang akan memungkinkan prototipe untuk ditingkatkan.

b. Kegunaan Prototype

Kegunaan atau fungsi dari prototype antara lain sebagai berikut:

• Pembelajaran: prototype digunakan untuk menjawab pertanyaan “Seberapa besar produk       tersebut memenuhi kebutuhan pelanggan?”

• Komunikasi: prototype akan membuka jalur komunikasi ke level top managemen, vendors,       partner, team tambahan, pelanggan dan sumber finansial. Penggunaan prototypes visual, 3D    dan nyata akan lebih mudah dikomunikasikan dibandingkan hanya berupa penjelasan               detail.

 • Integration: digunakan untuk memastikan bahwa komponen dan subsistem dari produk            dapat bekerja seperti yang diharapkan.

• Milestone: cara ini digunakan dalam upaya menjelaskan tujuan nyata, menampilkan                   kemajuan, dan pelayanan untuk menekan jadwal.

1.    c. Macam – Macam Prototype

Ada 2 macam prototype antara lain sebagai berikut:

  1. Prototipe Evolusioner, adalah prototipe yang secara terus menerus diperbaiki sampai semua kriteria sistem yang baru yang dibutuhkan pengguna terpenuhi. Baru prototipe tersebut memasuki proses produksi dan menjadi suatu sistem yang nyata.
  2. Prototipe Requirement, dikembangkan sebagai suatu cara untuk menentukan kebutuhan fungsional dari sistem baru pada saat para pengguna tidak mampu mengungkapkan dengan tepat apa yang mereka butuhkan. 

d. Tipe dari Prototype

  1. Prototypes fisik : Prototype fisik adalah proses penggambaran benda nyata dari suatu produk. Contohnya adalah suatu model yang dapat dilihat dan dirasakan sama dengan produk sesunguhnya. Prototype fisik diperlukan untuk mengidentifikasikan kejadian yang tak diduga.
  2. Prototype Analitis : Prototype analitis merepresentasikan produk yang tidak nyata semisal model matematis. Dalam prototipe ini aspek tertentu dari suatu produk cenderung akan dianalisa dibandingkan untuk dibangun.
  3. Prototypes Comprehensive : Prototype comprehensive merupakan prototype yang mengimplementasikan semua atribute produk yang mungkin.
  4. Focused Prototypes : Focused prototype hanya mengimplemetasikan satu/ beberapa attribute produk saja. 


C. Aplikasi


Dalam ilmu komputer, pengertian aplikasi adalah suatu perangkat lunak (software) atau program komputer yang beroperasi pada sistem tertentu yang diciptakan dan dikembangkan untuk melakukan perintah tertentu.

Istilah aplikasi sendiri diambil dari bahasa Inggris “application” yang dapat diartikan sebagai penerapan atau penggunaan. Secara harfiah, aplikasi merupakan suatu penerapan perangkat lunak atau software yang dikembangkan untuk tujuan melakukan tugas-tugas tertentu.

Dalam pengembangannya, aplikasi dapat dikategorikan dalam tiga kelompok, diantaranya;

  • Aplikasi desktop, yaitu aplikasi yang hanya dijalankan di perangkat PC komputer atau laptop.
  • Aplikasi Web, yaitu aplikasi yang dijalankan menggunakan komputer dan koneksi internet.
  • Aplikasi mobile, yaitu aplikasi yang dijalankan di perangkat mobile di mana untuk kategori ini penggunaannya sudah banyak sekali.

Umumnya suatu aplikasi dapat berjalan di berbagai perangkat yang dioperasikan oleh operating system (OS) yang ada di perangkat tersebut. Adapun beberapa kriteria yang menandakan suatu aplikasi berkualitas dan bermanfaat bagi penggunanya;

  • Aplikasi dapat memenuhi kebutuhan user.
  • Aplikasi dapat berjalan di multi-platform.
  • Aplikasi dapat merespon instruksi dengan cepat serta membutuhkan resource (processor, memory, storage) yang rendah.

Fungsi Aplikasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dalam pengertian aplikasi bahwa suatu aplikasi memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi manusia di berbagai bidang kehidupan. Adapun beberapa fungsi aplikasi adalah sebagai berikut:

1. Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan aplikasi memiliki fungsi sebagai bahan pengajaran. Misalnya sebuah aplikasi yang berguna untuk penyajian materi yang dilengkapi animasi-animasi agar lebih menarik seperti Microsoft PowerPoint. Sehingga suasana pengajaran menjadi lebih nyaman dan dapat mencapai hasil yang lebih maksimal.

2. Bidang Kedokteran

Peran aplikasi juga mencapai ke bidang kedokteran. Misalnya saja dengan adanya aplikasi maka dapat membantu dokter untuk mendiagnosa penyakit, meracik obat serta menawarkan perawatan rutin. Saat ini telah banyak dikembangkan aplikasi yang berkaitan dalam dunia medis.

3. Bidang Bisnis

Dalam bidang bisnis, aplikasi memiliki fungsi untuk membantu menghitung besarnya keuntungan yang diperoleh. Karena dalam beberapa hal apabila dilakukan secara manual tentunya akan membutuhkan waktu yang lama sehingga dibutuhkan suatu aplikasi.

4. Bidang Ilmu Pengetahuan

Dalam bidang ilmu pengetahuan aplikasi membantu untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pengetahuan. Banyak aplikasi yang dikembangkan juga membantu dalam penelitian tertentu terkait ilmu pengetahuan.

Selain itu, baru baru ini juga ada aplikasi yang dapat mempertemukan antara siswa yang ingin berkonsultasi kepada pengajar atau guru atau ahlinya.

5. Bidang Militer

Ternyata aplikasi juga memiliki fungsi di bidang militer. Fungsi aplikasi di bidang militer bertujuan untuk melakukan pengontrolan pesawat sehingga tidak lagi dilakukan secara manual. Dengan demikian hasil yang diperoleh pun akan menjadi lebih optimal daripada menggunakan cara manual.

Untuk memudahkan dalam mengenal jenis-jenis aplikasi, maka aplikasi dapat dikelompokkan menjadi tujuh macam. Adapun pengelompokkan aplikasi adalah sebagai berikut:

  1. System Software, yaitu aplikasi yang dapat menglola dan mengendalikan proses operasi internal di dalam sistem komputer.
  2. Real Time Software, yaitu aplikasi yang memiliki fungsi untuk mengamati, menganalisa, serta mengendalikan suatu kejadian di dunia nyata saat sedang berlangsung.
  3. Business Software, yaitu aplikasi yang diciptakan dan dikembangkan untuk keperluan bisnis, misalnya untuk mengatur sistem keuangan.
  4. Engineering and Scientific Software, yaitu aplikasi yang diciptakan dan dikembangkan untuk membantu manusia menyelesaikan suatu masalah yang sifatnya non algoritmik.
  5. Web Based Software, yaitu aplikasi yang memiliki fungsi sebagai media penghubung antara pengguna dengan internet secara langsung.
  6. Personal Computer Software, yaitu aplikasi yang digunakan untuk perangkat pengguna resmi dan juga pribadi yang sudah banyak digunakan saat ini.

Ada banyak sekali aplikasi yang sering digunakan oleh pengguna perangkat komputer dan mobile dalam kegiatannya sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh aplikasi yang banyak digunakan:

  1. Microsoft Word, yaitu aplikasi untuk membuat, mengedit, membaca, dan mengolah dokumen.
  2. Microsoft Excel, yaitu aplikasi untuk membantu mengolah angka dan membuat tabel perhitungan.
  3. Microsoft Powerpoint, yaitu aplikasi yang untuk membuat dan menampilkan data yang sifatnya presentatif.
  4. Adobe Photoshop, Corel Draw, yaitu aplikasi yang digunakan untuk mengolah file gambar.
  5. Winamp, GOM Player, Windows Media Player, yaitu aplikasi yang digunakan untuk memutar lagu atau video dengan berbagai format.
  6. Adobe Reader, yaitu aplikasi yang berfungsi untuk membaca dokumen dengan ekstensi .doc, .docx, dan .pdf.
  7. Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, yaitu aplikasi web browser yang berfungsi untuk membantu pengguna komputer menjelajahi internet.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar